Blog

SMA CINTA KASIH TZU CHI MEMBUKA KELAS PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM)

Gambar: Penyambutan siswa.

Sejak Pandemi Covid 19 menyerang Indonesia bulan April 2019, saat itu juga sekolah-sekolah di bumi pertiwi harus ditutup. Kegiatan pembelajaran ibarat orang berjalan dengan kedua kakinya diamputasi, tertatih tatih menggunakan alat bantu dan bahkan sesaat mengalami kelumpuhan. Tenaga pendidik gagap menghadapi perubahan yang tidak pernah dipersiapkan. Para siswa dan orangtua siswa mengalami shock culture (kegoncangan budaya) karena semua aktivitas belajar harus dilaksanakan dari rumah. Orangtua yang tidak terbiasa memberi pendampingan belajar kepada putera dan puterinya harus menjadi “guru” di rumah.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) berlangsung dalam waktu yang tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir karena serangan Covid makin mengganas. Dunia pendidikan mengalami krisis yang besar karena Covid 19 mengancam. Indonesia terancam kehilangan generasi emas. Kualitas sumber daya manusia terancam turun drastis. Learning loss seolah tidak bisa dihindarkan lagi.

Kerinduan guru, siswa dan orang tua siswa terhadap PTM pun makin tinggi. Kembali ke sekolah menjadi impian seluruh guru, orang tua dan para siswa di seluruh nusantara. Pemerintah terus berusaha keras menuntaskan program vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan terus ditingkatkan. Usaha keras pemerintah membuahkan hasil. Keganasan Covid 19 dapat dijinakkan. Kekebalan kelompok meningkat. Kecenderungan masyarakat yang terpapar Covid 19 menurun drastis

Kondisi ini mendorong pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 30 Maret 2021 terkait penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid 19. Provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Pendidikan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1/Se/2021 Tentang Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Tentu saja landasan hukum ini menjadi kabar gembira bagi warga sekolah.

SMA Cinta Kasih Tzu Chi menyambut surat edaran ini dengan sangat antusias. Setiap instrumen kesiapan belajar diisi dan koordinasi dengan pengawas satuan pendidikan terus dilakukan. Pada tanggal 24 September 2021 Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomo 984 Tahun 2021 Tentang Penetapan Satuan Pendidikan Yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Tertabas Tahap II pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menetapkan SMA Cinta Kasih Tzu Chi sebagai salah satu sekolah yang melaksanakan PTM.

 

Gambar: Siswa melakukan pembiasaan sebelum pembelajaran dimulai (DokPri)

Tentu saja SK ini disambut dengan sangat antusia. Kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua mengikuti Pelatihan Persiapan PTM. Guru menyelesaikan 11 modul sedangkan siswa dan orang tua menyelesaikan 3 modul. Atas kerja sama yang apik antara guru, orang tua dan siswa pada saat check point disampaikan SMA Cinta Kasih Tzu Chi LULUS dengan katergori PENGGERAK. Sebuah kategori tertinggi/terbaik dalam pelatihan tersebut.

Persiapan Yang Baik 99% Kesuksesan

            SMA Cinta Kasih Tzu Chi sesungguhnya telah mempersiapkan diri untuk memasuki PTM jauh sebelum Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan SE PTM Terbatas Tahap II. Kami sangat menyadari bahwa Pembelajaran Tatap Muka bukan hanya proses pembelajaran di dalam kelas tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga sekolah. Persiapan yang baik dan sempurna adalah 99% dari kesuksesan PTM. Karena itu kami mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk keselamatan dan kenyamanan tersebut, antara lain:

 

Gambar: Siswa melakukan pembiasaan sebelum pemelajarna dimulai

  1. Sarana dan prasarana kesehatan dan kenyamanan belajar kami siapkan sesuai dengan pentunjuk teknis PTM dan instrumen kesiapan PTM
  2. Lembar monitoring kami pastikan terisi dengan benar sesuai ketentuan.
  3. Sistem Opersional Prosedure (SOP) kami siapkan sessui Panduan Penyeleggaraan Pembelajaran Tatap Muka, yaitu:
  4. SOP Memasuki Area Sekolah
  5. SOP Rapat/Pertemuan Dinas
  6. SOP Pelayanan Administrasi
  7. SOP Layanan Bimbingan Konseling
  8. SOP Keadaan Darurat Khusus
  9. SOP Warga Sekolah Yang Naik Kendaraan Umum
  10. SOP Penggunaan Mushola
  11. SOP Keadaan Darurat Khusus Suhu ≥ 37,1 O C
  12. SOP Penerimaan Rapor
  13. SOP Layanan PPDB
  14. SOP Kehadiran Guru
  15. SOP Pelaksanaan PTM Bagi Guru
  16. SOP Pelaksanaan PTM Bagi Peserta Didik
  17. SOP Pergantian Kelas
  18. SOP Kepulangan Peserta Didik
  19. SOP Guru Piket
  20. SOP UKS
  21. SOP Perpustakaan
  22. SOP Sekuriti
  23. SOP Humas
  24. Memastikan siswa yang mengikuti PTM dan BDR (karena tidak diijinkan orangtua ikut PTM) terlayani secara optimal dengan model pembelajaran blended learning.
  25. Pembiasaan bagi siswa yang mengikuti PTM dan BDR terlaksanakan dengan optimal
  26. Komunikasi dengan orang tua siswa sebagai bagian penting dalam pembelajaran terus ditingkatkan
  27. Setiap aktivitas warga sekolah dipastikan sesuai dengan SOP, untuk itu setiap hari guru-guru melakukan piket dan evaluasi harian
  28. Kami menyediakan tautan bagi siswa dan orang tua yang BDR untuk menyampaikan keluhan, masukan dan bahkan aduan.

Semua kami lakukan dengan persiapan yang optimal dan kami pastikan semua rencana terlaksana dengan maksimal pula.  Para siswa yang datang ke sekolah mengikuti PTM mengalami proses indahnya belajar tatap muka (silakan lihat link DAAI TV Inspirasi). Para siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik tetapi melatih diri membangun disiplin diri yang tinggi dengan mematuhi segala protokol kesehatan dan berperilaku sesuai dengan SOP yang ada. Ini sebuah proses pembentukan tata perilaku baru di era baru. Hal ini akan membentuk mereka penjadi pribadi yang disiplin, dan bertanggung jawab bukan hanya untuk hidup mereka sendiri tetapi untuk keselamatan orang lain. Nilai-nilai inilah yang tidak bisa diakses oleh para siswa yang mengikuti pemebelajaran dari rumah secara optimal. Semoga dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan mematahui SOP membuat kondisi semakin membaik sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan secara penuh tidak lagi dengan kategori terbatas. (Admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.